Kakek Umur 50 Tahun di Kepahiang Ditemukan Tewas Akibat Gantung Diri
Kepahiang, Beritarafflesia.com- Warga desa tangsi duren kecematan kabawetan kabupaten kepahiang diketahui bernama Sukirno (50), yang masih bersetatus belum perna menikah,alias bujang tua, dan tinggal sendirian akhirnya ditemukan tewas akibat gantung diri di dalam rumahnya, sekitar pukul 8.00 Wib pagi Sabtu (5/2/2022)
Peristiwa penemuan mayat korban Sukirno (50) tahun tersebut, berawal dari kecurigaan adik ipar korban Sriyani Istri Gianto (40) tahun yang sudah 2 hari tidak melihat kakak kandungnya.merasa ada yang aneh, lalu kemudian mereka mendatangi kediaman almr Sukirno.
Jasad Almarhum Sukirno yang meninggal dunia akibat gantung diri
“Biasa kakak saya Sukirno sering datang kerumah,tapi sudah 2 hari ini kok tidak kelihatan., pas saya cek kerumahnya kita langsung kaget melihat jasad kakak saya tergantung di tengah rumahnya”Kata Gianto
Kapolsek Kabawetan Mendatangi Joni Karter langsung cek ke TKP, Kemudian menghubungi anggota yang Piket di Reskrim dan Ur Identifikasi untuk mengecek kondisi korban dan berkoordinasi dengan pihak keluarga, berdasarkan keterangan dari keluarga dan orang terdekat dengan korban bahwa korban Sukirno selama ini merupakan pribadi yang tertutup dan jarang berkomunikasi dengan masyarakat sekitar rumahnya dan korban tinggal sendirian dirumahnya (belum menikah), kemudian korban tidak ada terlibat permasalahan apapun dengan orang lain.
Kapolsek Kabawetan Mendatangi Joni Karter bersama anggotanya saat melakukan olah TKP
” Kita dari polsek Kabawetan sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan oleh TKP, dan jasad korban sudah di avakuasi. kemudian dari keterangan baik keluarga korban maupun karabat korban sendiri mengatakan jika korban dikenal tertutup serta tidak ada masalah dengan orang lain” Jelas Joni Karter.
Ia menambahkan, barang bukti yang di amankan, yakni tali, kain sarung warna Biru yang digunakan korban untuk gantung diri. kemudian keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan Autopsi dan bersedia membuat Surat pernyataan penolakan untuk dilakukan Autopsi.
” Dari hasil identifikasi Terdapat bekas jeratan tali di leher korban, dan Pada bagian kemaluan keluar cairan sperma, Mengeluarkan feses, serta tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. kemudian pihak keluarga korban juga melolak untuk di Autopsi. bahkan mereka bersedia membuat surat pernyataan” Ungkap Kapolsek Kabawetan Mendatangi Joni Karter” (Jon)












