Bengkulu, Beritarafflesia.com – Ada 4 pemimpin kritis menjaga aset yang disampaikan aktivis mahasiswa yang juga sebagai Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Bengkulu Lubis, terkait Mess Pemda Provinsi Bengkulu yang sudah puluhan tahun terbengkalai.

Mulai dari anggaran pembangunannya yang fantastis hingga berpotensi mengalami penyusutan aset, hingga berdampak ke PAD.
” Kami mempertanyakan fungsi dan manfaat mess pemda yang dulunya di bangun massa jabatan Agusrin M.Najamudin sebagai Gubernur Bengkulu, menghabiskan anggaran APBD Provinsi Hingga kurang lebih Rp 60 Miliar yang terkesan pemborosan Anggaran Daerah, tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menambah PAD provinsi Bengkulu, malahan bukannya bertambah tapi penyusutan aset.” Jelas Lubis
Sebagai mahasiswa Bengkulu ia mengaku merasa kecewa dengan para pemimpin yang meneruskan jabatan tapi tidak menjalankan amanah dengan baik dan profesional. Semuanya akan hancur ketika pemimpin tidak bisa merawat dan menjaga aset ini dengan baik.
” Kami mahasiswa wajib mempertanyakan fungsi dan manfaat Mess Pemda ini. Perlu diketahui mess ini sudah diurus 4 Gubernur, Mulai Gubernur Agusrin Najamudin, UJH, Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah, Gubernur aktif saat ini tetapi belum ada yang mampu memanfaatkan aset daerah ini untuk meningkatkan PAD.” Tegas Lubis
Ia menambahkan, Aset daerah masih banyak yang ada di Kabupaten/Kota terbengkalai. contoh, Gedung Mess Pemda provinsi dan gedung STQ berpotensi untuk dipakai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
” Coba para pejabat Bengkulu ini serve seluruh aset yang terbengkalai. Malu kita bangunan semegah seperti Mess Pemda yang berada di lokasinya sangat strategis tapi ditelantarkan, dan hanya dijadikan tempat bermaksiat, misalnya mabuk-mabukan, perjudian, atau penyakit masyarakat yang lain” Tambahnya
Lajut Lubis” Gedung STQ saat ini jadi sarang maksiat para pemuda, dan tempat anak- anak menghisap lem, bahkan di sekeliling gedung itu sudah menjadi hutan,demikian “Tutup Lubis.
Sementara Menanggapi keritikan aktivis mahasiswa ini, Pembina Malabero Provinsi Bengkulu Yulios Ks menegaskan, tudingan dari Pengamat Sosial Agustam Rachman terkait pemda provinsi terbengkalai itu tidak benar dan tidak mendasar. memang untuk mempungsikan mess Pemda ini membutuhkan Anggaran yang sangat besar.tidak bisa asal di asbun soal pengelolaannya, semoga menggunakan mekanisme.
“Kita boleh menjadi pengamat yang betul diamati..! Saya sebagai Pembina Pemuda Mala bro yang kebetulan menjaga di mes Pemda. Silakan cek langsung sekitar jam 7 atau 8 malam pemuda meminta kepada pengunjung untuk keluar., karena jam 9 malam gerbang sudah di tutup dan gembok. Jadi saya menyayangkan atas tudingan Pengamat Sosial Agustam Rachman tersebut yang terkesan tendensius. Jika memang benar gedung itu di jadikan tempat ODGJ, selama kita disini belum ada melihat aktipitas apapun di sana. Justru disekitar gedung itu terus di bersihkan untuk tempat kunjugan para wisatawan” Terang Yulios

Terkait dengan perparkiran lajut Yulios” Para pemuda dan masyarakat sekitar sangat kompak.Bahkan uang dari hasil parkir di areal mess Pemda tersebut di bagikan ke para nelayan dan warga yang tidak mampu” sambungnya.
Salah satu warga setempat Candra juga mengatakan, untuk perihal dijadikan tempat maksiat sama sekali itu tidak benar.
“ Saya sebagai warga setempat tidak terima jika Pengamat Sosial Agustam Rachman mengatakan bahwa di Gedung Mess Pemda ini sebagai tempat maksiat. Saya yang bertanggungjawab dan mana buktinya,” Tanya Candra – (red), lanjutnya sekali lagi tempat mess Pemda ini kita yang jaga, dan bukan tempat maksiat apalagi perjudian, itu semua Fitnah apalagi ODGJ tersebut,” ujar Candra saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsappnya.”(Cw)












