Sukses Program Ketahanan Pangan, Desa Tanah Hitam Terima Rp 1 Miliar dari Pemprov Bengkulu

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu Utara, Beritarafflesia.com. – Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, berhasil meraih Juara I Program Satu Desa Satu Hektare Jagung Hibrida (SADESAHE) dan menerima hadiah sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan pada kegiatan Panen Raya Jagung, yang digelar pada Kamis (29/1/2026).

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa program SADESAHE merupakan bentuk komitmen bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, Desa Tanah Hitam menjadi juara pertama. Kepala desanya bahkan sempat tidak percaya, menanam jagung bisa mendapat hadiah Rp1 miliar. Inilah wujud komitmen kuat Pemprov Bengkulu bersama Forkopimda untuk mendukung program Bapak Presiden,” ujar Helmi Hasan.

Menurutnya, program SADESAHE bertujuan membangkitkan kembali semangat masyarakat desa untuk bertani sebagai fondasi utama ketahanan pangan. Melalui konsep satu desa atau kelurahan minimal memiliki satu hektare lahan tanam, ketersediaan pangan diharapkan terjaga sejak tingkat paling bawah.

“Kita ingin masyarakat kembali antusias menanam. Tidak hanya jagung, ke depan juga akan dikembangkan umbi-umbian, cabai, dan tomat. Harapannya, Indonesia tidak mudah terdampak lonjakan harga bahan pokok karena kita memulainya dari desa,” jelasnya.

Terkait pemanfaatan hadiah Rp1 miliar, Gubernur Helmi Hasan mengimbau agar dana tersebut digunakan untuk menambah lahan tanam dan dijadikan aset milik desa. Ia juga mengingatkan agar dana tidak dibagikan secara langsung kepada masyarakat karena berpotensi menimbulkan konflik.

“Kalau uangnya dibagikan bisa memicu konflik. Tapi jika dibelikan lahan, misalnya dari Rp1 miliar menjadi 10 hektare lahan, itu menjadi kebanggaan desa. Dengan begitu, tidak ada lagi desa atau kelurahan yang tidak memiliki lahan pertanian,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada tahun mendatang tantangan program SADESAHE akan ditingkatkan, salah satunya dengan memperluas lahan tanam hingga dua hektare per desa.

Baca Juga  Keberagaman Suku Bangsa di Tengah Masyarakat Bengkulu, Rohidin: Kebanggaan sekaligus Modal Pembangunan Daerah

Sebelum pelaksanaan panen raya, kegiatan diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Jagung sebagai simbol keberhasilan dan keberlanjutan program SADESAHE.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi sinergi antara Pemprov Bengkulu, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, serta penyuluh pertanian.

“Program SADESAHE tidak boleh berhenti sebagai lomba semata, tetapi harus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung stabilitas pangan dan kamtibmas di Bengkulu,” ujar Kapolda.

Hingga saat ini, program SADESAHE telah diikuti oleh 1.298 desa dengan total luas lahan lebih dari 1.299 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Daftar Pemenang SADESAHE 2025:

  • Juara I: Desa Tanah Hitam, Kabupaten Bengkulu Utara – Rp1 miliar
  • Juara II: Desa Pelajaran II, Kabupaten Kaur – Rp500 juta
  • Juara III: Desa Ulak Lebar, Kabupaten Bengkulu Selatan – Rp250 juta
  • Juara Harapan I: Desa Sumber Rejo, Kabupaten Rejang Lebong – Rp100 juta
  • Juara Harapan II: Desa Batu Kalung, Kabupaten Kepahiang – Rp75 juta
  • Juara Harapan III: Desa Nenggalo, Kabupaten Mukomuko – Rp50 juta

Selain itu, kategori Desa/Kelurahan Inovatif Teknologi Budidaya Jagung Terbaik diraih Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu.
Untuk Lomba Partisipasi Masyarakat dalam Penanaman Cabai 2025, pemenang diraih oleh Desa Sri Kuncoro (Bengkulu Tengah), Desa Tabeak Belau (Lebong), dan Desa Sukasari (Seluma).

Rangkaian kegiatan ditutup dengan panen raya jagung dan penanaman umbi uwi ungu secara simbolis sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu. (NH)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026
Pemprov Bengkulu Terima Aspirasi ASBS, Siap Kaji Persoalan Batas Wilayah dan Aktivitas PT DSJ
Festival Tabut 2026 Resmi Dimulai, Helmi Hasan Siapkan Agenda Wisata Baru Bengkulu
Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Tingkatkan Kualitas Informasi Publik
Gubernur Bengkulu Tekankan Transparansi SPMB 2026, Skor Seleksi Diminta Dibuka Secara Terbuka
Pemprov Bengkulu Bentuk Sentra Komando, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan
Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Pemprov Bengkulu Gelar Exit Meeting ITJEN, Fokus Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:46 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:12 WIB

Pemprov Bengkulu Terima Aspirasi ASBS, Siap Kaji Persoalan Batas Wilayah dan Aktivitas PT DSJ

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:21 WIB

Festival Tabut 2026 Resmi Dimulai, Helmi Hasan Siapkan Agenda Wisata Baru Bengkulu

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:00 WIB

Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Tingkatkan Kualitas Informasi Publik

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:40 WIB

Gubernur Bengkulu Tekankan Transparansi SPMB 2026, Skor Seleksi Diminta Dibuka Secara Terbuka

Berita Terbaru