Sejak Diinvestigasi, Kepedulian Pejabat kepada Anak Asuh Meningkat

- Penulis

Selasa, 18 Mei 2021 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bengkulu,Beritarafflesia.com – Program Gerakan Peduli Yatim (GPY) di Kota Bengkulu sudah berjalan dengan baik. Para pejabat Pemkot Bengkulu semakin peduli terhadap anak asuh yang telah mereka angkat dari para anak yatim. Terlebih di momentum Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Anak yatim yang sudah diangkat anak oleh para pejabat diperlakukan layaknya anak kandung sendiri. Kepedulian para pejabat terhadap anak asuhnya ini juga semakin meningkat sejak adanya investigasi yang dilakukan tim Media Center Kominfo Kota Bengkulu belum lama ini.

Hasil investigasi tim MC Kominfo Kota Bengkulu sebelumnya, memang ditemukan ada beberapa anak yatim yang kurang mendapat perhatian dari orangtua asuhnya karena kelalaian dari beberapa pejabat. Namun sekarang para pejabat sudah menaruh perhatian lebih kepada anak asuh.

Demikian disampaikan Kabag Bina Kessos Pajrul Apandi saat diwawancarai, terkait progres dan hasil evaluasi program GPY, Selasa (18/5/2021).

“Sejak adanya investigasi dari media center dan juga berdasarkan hasil evaluasi kami, Alhamdulillah program GPY sudah berjalan dengan baik. Tidak ada lagi pejabat yang mengabaikan atau lalai dengan anak asuh mereka,” ujar Pajrul.

Baca Juga  Walikota Helmi Pastikan, Sebelum Berakhir Massa Jabatan 30 Anggota Paskibraka Umroh Gratis di Berangkatkan

Sejauh ini juga tidak ada keluhan atau pengaduan dari anak-anak yatim terhadap orangtua asuhnya. Artinya saat ini anak yatim sudah mendapatkan perhatian yang wajar dari orangtua asuh mereka.

“Sekarang perhatian pejabat terhadap anak asuh mereka sangat luar biasa. Kalau selama ini memang kita akui agak kendor dan pejabat agak lalai. Sekarang, semangatnya bagus lagi,” kata Pajrul.

Bahkan beberapa pejabat ada yang menaikkan atau menambah uang santunan kepada anak asuh mereka yang misalnya semula hanya Rp 100 ribu per anak menjadi Rp 200-250 ribu per anak.

Lebih dari itu, kadang pejabat juga memberikan sembako, baju lebaran dan keperluan sekolah.

“Apalagi momentum lebaran, rata-rata orangtua asuh datang ke rmh anak asuhnya atau anak asuhnya diundang ke rumah merayakan lebaran bersama. Saya pikir memang perlu ada evaluasi dan investigasi untuk program GPY ini minimal 3 bulan sekali,” ujar Pajrul yang juga mempunyai 2 orang anak asuh yang tinggal di Kelurahan Bumi Ayu.(Joe)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Bengkulu Buka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di UMB
Respons Cepat Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Tangani Penembakan di Dekai, Dua Warga Sipil Terluka dan Pelaku Diburu
Cegah Pungli dan Gratifikasi, Kominfotik Bengkulu Tegaskan Komitmen Bersama
Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu
Kopi Bengkulu Siap Naik Kelas, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Global
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Lebong, Gubernur Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan
188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas
Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 14:47 WIB

Sekda Bengkulu Buka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di UMB

Rabu, 29 April 2026 - 09:34 WIB

Respons Cepat Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Tangani Penembakan di Dekai, Dua Warga Sipil Terluka dan Pelaku Diburu

Rabu, 22 April 2026 - 11:50 WIB

Cegah Pungli dan Gratifikasi, Kominfotik Bengkulu Tegaskan Komitmen Bersama

Senin, 20 April 2026 - 10:09 WIB

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu

Sabtu, 18 April 2026 - 22:24 WIB

Kopi Bengkulu Siap Naik Kelas, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Global

Berita Terbaru