Beritarafflesia.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bengkulu, menggelar kegiatan Training Of Trainer (TOT) Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama dengan tema “Moderasi Beragama Sebagai Strategi Pencegahan Terorisme”. Kegiatan yang digelar di Aula Djamaan Nur Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Senin (27/06/22).
Kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Pembuatan Bahan Ajar Video Pendek Sosiodrama Moderasi Beragama. Adapun sasaran kegiatan adalah 100 guru dari mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA sederajat dari kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk membekali pemahaman pencegahan terorisme kepada para guru melalui penguatan moderasi beragama di sekolah atau madrasah, dan sekaligus sebagai upaya untuk menggerakkan para guru agar membuat bahan ajar video pembelajaran tentang moderasi beragama.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan guru menjadi bagian dalam upaya pencegahan paham radikal dan aksi terorisme dengan menjadi pelopor di sekolahnya masing-masing dan lingkungannya,” kata Wibowo Susilo, sekretaris FKPT Provinsi Bengkulu.
Sementara itu, salah satu narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Anwar Suhartono dalam penyampaiannya mengatakan, pihaknya mendorong para guru dari berbagai tingkatan pendidikan untuk semakin mengembangkan strategi pembelajaran dengan memasukkan nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, semangat kebangsaan, saling menghormati, menghargai keragaman atau kebhinekaan, dalam sebuah bahan ajar berupa video pembelajaran.
Maka dari itu, BNPT telah bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk dijadikan pemateri dalam kegiatan ini. Diantaranya dari Kementerian Agama, Akademisi, Praktisi dan para Guru.
Kemudian BNPT juga mengadakan perlombaan karya tulis kreatif se-Indonesia sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, dan bagi yang berkeinginan untuk ikut bisa menghubungi Ida Isnani (081253893630).
Selain menghadirkan narasumber dari BNPT, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Bengkulu Rohimin, yang juga sebagai Direktur Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.












