Gub Rohidin Minta Masyarakat Bijak Dalam Belanjakan Gaji-THR Lebaran

- Penulis

Jumat, 22 Maret 2024 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gub Rohidin Minta Masyarakat Bijak Dalam Belanjakan Gaji-THR Lebaran

Gub Rohidin Minta Masyarakat Bijak Dalam Belanjakan Gaji-THR Lebaran

Bengkulu, Beritarafflesia.com- Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta masyarakat bijak membelanjakan gaji dan uang tunjangan hari raya (THR) yang akan diterima sebelum Lebaran 2024/Idul Fitri 1445 H ini.

“Kalau sudah datang suasana Ramadhan dan Idul Fitri, pemicu inflasi itu salah satunya bukan soal barang dan uang saja, juga soal suasana hati dan perasaan, maka belanja bijak itu berpengaruh sekali,” kata Rohidin Mersyah di Bengkulu, Senin(18/3/2024)

Dia mengatakan masyarakat yang membelanjakan uangnya hingga kebablasan saat Ramadhan dan Idul Fitri akan memicu tekanan pada sisi konsumsi dan akhirnya mendorong angka inflasi pada posisi yang lebih tinggi.

“(Cerita) kalau di kalangan pegawai itu kadang-kadang ada pikiran pokoknya uang kalau sudah dapat dibagikan bulan Ramadhan itu kudu habis sebelum atau pas lebaran, jadi berapapun uang diberikan ada THR, bahkan simpanan sedikit-sedikit itu habis semua di lebaran dibelanjakan,” kata dia.

Gubernur Bengkulu Rohidin Minta Agar Masyarakat Menggunakan Uang THR Dan Gaji Dengan Bijak.

Padahal, lanjut Rohidin Mersyah, apa yang dibelanjakan tersebut belum tentu menjadi kebutuhan, malah hanya karena keinginan atau nafsu berbelanja sesaat pada Ramadhan dan Idul Fitri.

Baca Juga  Mohd Gustiadi Jaring Aspirasi di Desa Kutai Donok, Masyrakat Keluhkan Bencana Longsor

“Padahal belum tentu itu menjadi sebuah kebutuhan, ini yang membuat akhirnya berpengaruh pada inflasi, belanja sudah tidak menghitung-hitung (butuh atau tidak) lagi, maka ajakan saya, mari tetap kedepankan belanja bijak,” ucapnya.

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu menyiapkan uang kartal Rp3,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat provinsi itu selama Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H/Lebaran 2024.

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu menyiapkan uang kartal Rp3,2 triliun

Uang kartal yang disediakan Bank Indonesia tersebut bahkan tingkat kecukupannya lebih 160 persen dari kebutuhan daerah selama periode tersebut.

“Bank Indonesia sudah mengatakan kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024 ini Rp2 triliun, dan disediakan Rp3,2 triliun. Oleh karena itu masyarakat jangan khawatir dengan persediaan uang kartal, cukup,” ujar Rohidin Mersyah.(BR1)(ADV)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Terima Aspirasi ASBS, Siap Kaji Persoalan Batas Wilayah dan Aktivitas PT DSJ
Festival Tabut 2026 Resmi Dimulai, Helmi Hasan Siapkan Agenda Wisata Baru Bengkulu
Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Tingkatkan Kualitas Informasi Publik
Gubernur Bengkulu Tekankan Transparansi SPMB 2026, Skor Seleksi Diminta Dibuka Secara Terbuka
Pemprov Bengkulu Bentuk Sentra Komando, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan
Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Pemprov Bengkulu Gelar Exit Meeting ITJEN, Fokus Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan
Sekda Bengkulu Buka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di UMB
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:12 WIB

Pemprov Bengkulu Terima Aspirasi ASBS, Siap Kaji Persoalan Batas Wilayah dan Aktivitas PT DSJ

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:21 WIB

Festival Tabut 2026 Resmi Dimulai, Helmi Hasan Siapkan Agenda Wisata Baru Bengkulu

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:00 WIB

Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Tingkatkan Kualitas Informasi Publik

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:40 WIB

Gubernur Bengkulu Tekankan Transparansi SPMB 2026, Skor Seleksi Diminta Dibuka Secara Terbuka

Senin, 8 Juni 2026 - 16:33 WIB

Pemprov Bengkulu Bentuk Sentra Komando, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan

Berita Terbaru