Posyandu Berperan Penting Dalam Pencegahan Stunting

- Penulis

Kamis, 1 Februari 2024 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Istilah Stunting kini mulai familiar dikenal kalangan masyarakat terutama ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Stunting ini menunjukkan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak.

Status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting. Berikut adalah penyebab gizi buruk pada ibu hamil dan bayi yang masih sering ditemui seperti pengetahuan ibu yang kurang memadai, infeksi berulang kali dan lainnya.

Tak dapat dipungkiri jika terjadi stunting pada anak/balita akan memberikan dampak seperti kecerdasan anak di bawah rata – rata, sehingga prestasinya belajarnya tidak maksimal, sistem imun tubuh anak tidak baik sehingga anak mudah sakit, anak akan lebih tinggi beresiko menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke dan kanker.

Terkait hal ini, salah satu cara untuk menanggulanginya adalah melakukan monitoring kesehatan dan perkembangan balita melalui Program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Peran posyandu di tengah masyarakat sangatlah besar. Meski identik dengan bayi dan balita, kegiatan posyandu dan manfaatnya ternyata tidak hanya sebatas itu. Banyak program posyandu yang juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur.

Posyandu yang tersebar di berbagai wilayah menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting. Hal ini terbukti juga dengan adanya penurunan balita dengan kasus stunting di berbagai wilayah. Posyandu menjadi pelayanan kesehatan terdepan dari Pemerintah. Posyandu bisa menjangkau masyarakat secara langsung.

Selain itu, dengan program yang ada di posyandu para ibu-ibu bisa diberdayakan untuk selalu memperhatikan kesehatan anak dan keluarganya.

Untuk di Kota Bengkulu, peran posyandu terus dimaksimal dalam mencegah dan menurunkan angka stunting.

Sarana – Prasarana Posyandu Dilengkapi Dorong Zero Stunting

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus meningkatkan peran posyandu yang berada di setiap kecamatan di wilayah tersebut guna mencegah peningkatan kasus stunting, sebab posyandu menjadi salah satu ujung tombak.

Baca Juga  Walikota dan Wawali Dilepas dengan Tangisan Anak Yatim

“Kita terus mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan segera membagikan alat timbangan, makanan tambahan balita dan alat lainnya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Dewi Dharma di Bengkulu.

Untuk meningkatkan peran posyandu, pihaknya memberikan penyuluhan secara berkala terhadap para kader guna mencegah dan menurunkan prevalensi stunting kepada masyarakat.

Ia menyebutkan, selain terus melakukan penyuluhan, DP3AP2KB Kota Bengkulu juga menyalurkan sejumlah alat bantu yang digunakan berupa seperangkat alat permainan edukatif dan seperangkat media yang berisi materi.

“Beberapa waktu lalu sudah kita bagikan 30 paket bantuan alat penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting untuk penyuluhan posyandu di sembilan kecamatan,” ujar Dewi, Rabu (31/1).

Seperangkat BKB Kit Stunting tersebut berupa buku bahan penyuluhan, alat pantau tumbuh kembang anak yang terdiri atas kalender pengasuhan, alat permainan edukatif dan juga media penyuluhan bagi orangtua.

“Diharapkan penyuluhan yang diberikan bisa meningkatkan pengetahuan bagaimana mendeteksi gejala awal apakah ada gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kemudian keluarga yang mempunyai bayi dibawah dua tahun agar meningkatkan penerapan pengasuhan 1000 hari Pertama,” terangnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap dengan adanya penyuluhan dan penyaluran bantuan tersebut angka stunting di Kota Bengkulu berkurang.

Sementara itu, Pemkot Bengkulu terus meningkat kolaborasi antar sektor guna menekan angka dan menargetkan pada 2024 angka stunting di wilayah tersebut nol kasus.

Dewi menjelaskan, pihaknya tengah fokus menekan angka stunting dengan berbagai program, hal tersebut sesuai dengan program pemerintah pusat yang menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen dan Kota Bengkulu menargetkan turun menjadi satu digit bahkan zero stunting.

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjut Dewi, pihaknya menyiapkan lima program prioritas seperti melakukan pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) hingga memperkuat pentahelix dimana semua unsur terkait bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk menekan angka stunting.(Br1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu
188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas
Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung
HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat
Syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra Bengkulu, Perkuat Konsolidasi Kader
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Hadiri Takziah Warga Kebun Tebeng
Pemkot Bengkulu Tegaskan Aksi Buang Sampah di Kantor Wali Kota dan DPRD Langgar Hukum
Tata Pasar Panorama, Pemkot Bengkulu Gratiskan Retribusi PKL Selama Tiga Bulan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:09 WIB

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu

Rabu, 8 April 2026 - 19:50 WIB

188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas

Senin, 6 April 2026 - 08:37 WIB

Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:32 WIB

HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:52 WIB

Syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra Bengkulu, Perkuat Konsolidasi Kader

Berita Terbaru

Bengkulu Tengah

Kendalikan Inflasi, Pemkab Benteng Perkuat Strategi 4K

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:11 WIB