DKP Kota Bengkulu Mulai Bagikan Bantuan Dari Kementrian ESDM Untuk Nelayan

- Penulis

Jumat, 27 November 2020 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bengkulu, Beritarafflesia.com- Kementrian ESDM berikan bantuan berupa mesin converter dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) sebanyak 348 unit kepada Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu. Jumat (27/11/2020).

Kadis DKP Kota Bengkulu Syafriandi menyampaikan bahwa mesin tersebut telah mulai dibagikan kepada nelayan..

“Jumlah seluruhnya 348 unit terbagi 2 titik pembagian yakni nelayan di kawasan Tapak Paderi sebanyak 112 dan nelayan di kawasan Pulau Baai sebanyak 226,” ujar Andi, sapaan akrabnya.

Dengan adanya mesin itu, maka biaya yang nelayan keluarkan untuk melaut lebih kecil atau bisa menghemat biaya bahan bakar sekitar 35 persen dibandingkan dengan mesin yang menggunakan BBM.

“ Artinya dengan menggunakan mesin kapal BBG itu nelayan bisa mengurangi biaya untuk mereka melaut. Semaksimal mungkin kita ingin membahagiakan nelayan sesuai visi misi walikota menghadirkan kebahagiaan,” terang Andi.

Dikatakan Syafriandi, sebelumnya bantuan serupa (mesin BBG,red) juga sudah disalurkan di tahun 2019 sebanyak 145 unit.

“Dan sekarang kita juga sudah masukkan proposal untuk pembangunan pabrik es. Sebab nelayan pada saat melaut ikannya lumayan banyak sehingga kita membutuhkan es balok sekitar 250 ton. Yang baru terpenuhi sekarang ini baru 75 ton,” ungkapnya.

Baca Juga  Program Pemkot Merdeka Ijazah, Ratusan Siswa Kota Bengkulu Terbantu

Untuk lokasi pabriknya nanti, lanjut Syafriandi menambahkan pihaknya sudah siapkan lahan di dekat TPI. Bahkan nelayan juga sudah siapkan lahan di kawasan Kampung Melayu untuk bangunan pabrik es.

“Harapan kita dengan adanya tambahan es balok dan pabriknya itu nanti, hasil tangkapan nelayan tidak akan busuk sehingga nelayan akan bahagia karena tidak ada kerugian yang mereka alami,” imbuhnya.

Selain itu, Syafriandi juga mengajukan bantuan kapal monitoring kepada Kementerian DKP. 

“Ya, ini sedang kita jajaki mudah-mudahan nanti ada bantuan kapal yang memang bisa kita manfaatkan untuk monitoring sehingga apapun yang terjadi di laut terhadap nelayan bisa kita antisipasi. Ini juga bisa kita gunakan untuk transportasi ke pulau tikus,” pungkasnya mengakhiri.

 

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Dedy Wahyudi Terima Kunker Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, Bahas Program Inovatif dan Pengelolaan ZIS
Pj Sekda Kota Bengkulu Apresiasi Bakti Sosial Kodim 0407 pada Peringatan HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten
Hadiri Tax Gathering, Wawali Bengkulu Dukung Sinergi Tingkatkan Kepatuhan Pajak
Wali Kota Dedy WahyudiTutup Program Internalisasi Budaya bagi Penyandang Disabilitas, Dorong Kebudayaan yang Inklusif
Jenguk Pasien di RSHD, Wali Dedy Wahyudi Beri Dukungan Moril dan Pantau Persiapan Akreditasi
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Hadiri Bengkulu Menari Festival Pantai Panjang
Semarak Hari Anak Nasional 2026, Ribuan Anak PAUD dan TK Meriahkan Karnaval di Pantai Panjang
Tagline “Camkoha” Resmi Miliki Hak Cipta, Pemkot Bengkulu Siapkan Tugu Ikonik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Terima Kunker Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, Bahas Program Inovatif dan Pengelolaan ZIS

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Pj Sekda Kota Bengkulu Apresiasi Bakti Sosial Kodim 0407 pada Peringatan HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:41 WIB

Hadiri Tax Gathering, Wawali Bengkulu Dukung Sinergi Tingkatkan Kepatuhan Pajak

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:26 WIB

Wali Kota Dedy WahyudiTutup Program Internalisasi Budaya bagi Penyandang Disabilitas, Dorong Kebudayaan yang Inklusif

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:55 WIB

Jenguk Pasien di RSHD, Wali Dedy Wahyudi Beri Dukungan Moril dan Pantau Persiapan Akreditasi

Berita Terbaru