Ketua DPRD Kepahiang Angkat Bicara Soal Jenazaa di Angkut Pakai Motor

Kepahiang,Beritarafflesia.Com-Ketua DPRD Kepahiang Windra Purnawan ikut angkat bicara soal jenazah warga Kepahiang diangkut pakai motor karena mobil ambulans tak bisa melewati akses jalan tanah.

Motor yang digunakan untuk membawa jenazah Syukur warga Desa Langgar Jaya Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu pada 4 Juni 2023, itu pun sudah dimodifikasi sehingga bisa melintas di jalan tanah.

Menurut Windra, pembangunan jalan untuk kepentingan masyarakat itu sudah pernah dikerjakan dan dilaksanakan.

“Pertanyaan kenapa jalan yang sudah dikerjakan dan dilaksanakan pekerjaan tiba-tiba mangkrak, seharusnya jalan di Desa Langgar Jaya tersebut sudah bisa dilalui,” ungkap Windra saat dihubungi, TribunBengkulu.com, pada Selasa (6/6/2023).

Lanjut Windra, mulai dari tahap perencanaan dan pengerjaan sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten, namun sayang sebelum pengerjaan tersebut mencapai 50 persen saja sudah berhenti.

Pihaknya mempertanyakan, pengerjaan proyek pembangunan jalan itu kenapa bisa terhenti, dengan anggaran yang sudah disiapkan.  Sehingga kejadian jenazah dibawa pakai motor sampai terjadi.

Pelaksanaan dan perencanaan itu sebelumnya sudah didapatkan oleh pemerintah daerah dan anggota DPRD pada tahun 2018, dengan skema pinjaman daerah ke PT SMI senilai Rp 50 miliar untuk 3 paket jalan termasuk Desa Langgar Jaya.

“Memang waktu itu kita melakukan pinjaman daerah, na pinjaman daerah ini digunakan untuk pembangunan jalan, tapi berhenti. Sudah kita melakukan pinjaman proyek tidak berjalan, otomatis kita harus mengembalikan pinjaman ditambah bunga, tapi hutang itu sudah lunas,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, jika dalam pengerjaan proyek itu mangkrak atau tak selesai patut dicurigai, namun itu ranahnya bukan DPRD.

Pihaknya menyarankan, aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa penyebab pengerjaan proyek jalan itu bisa mangkrak.

“Kalau pengerjaan tidak selesai, kita tidak tahu apa yang dilanggar silahkan pihak APH kapasitasnya untuk menjawab. Soalnya semua tahapan sudah dilakukan, dan anggaran sudah ada, tiba-tiba mangkrak ya jadi pertanyaan,” jelasnya.

Untuk saat ini, pihaknya belum bisa melakukan apa-apa untuk membangun kembali jalan di Desa Langgar Jaya tersebut.

Ditambah lagi di tahun 2024 nanti, akan ada pemilihan umum 2024 dengan yang membutuhkan dana Rp 40-50 Miliar.

“Gimana mau dianggarkan lagi, kalau pembangunan proyek itu sudah pernah dikerjakan namun mangkrak, kita juga tidak tahu kenapa bisa mangkrak,” ucapnya.(BR1)adv

Share

Tinggalkan Balasan