Foto/ Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. H. Zulkarnain Dali,
Bengkulu,Beritarafflesia.com,– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. H. Zulkarnain Dali, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu beserta jajarannya dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil Polri, khususnya Polda Bengkulu, dalam menghadapi dinamika sosial pada akhir Agustus lalu sudah berjalan dengan baik, damai, serta menyejukkan semua pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Bengkulu, yang telah menangani situasi tersebut dengan cara-cara yang damai dan terukur. Tujuan kita tidak lain adalah agar masyarakat bisa hidup dalam suasana kondusif, tenang, dan pembangunan dapat berjalan sesuai harapan,” ujar Zulkarnain, Senin (16/9).
Ia menekankan bahwa pengalaman dari peristiwa tersebut harus dijadikan bahan evaluasi bersama. Menurutnya, masyarakat juga telah melihat secara langsung bahwa setiap kekeliruan dapat diperbaiki secara terbuka dan transparan. “Kami berharap, dengan adanya kejadian yang sempat kurang mengenakkan, semua pihak dapat melakukan evaluasi. Kami juga sudah melihat Polri berkomitmen untuk memperbaiki setiap kekurangan yang ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ketua MUI Bengkulu ini menyoroti pentingnya menjaga netralitas serta stabilitas politik nasional tetap berada dalam kendali Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, keberadaan Polri di bawah kendali langsung Presiden adalah hal yang strategis untuk memastikan arah kebijakan keamanan tetap sejalan dengan kepentingan negara dan rakyat.
“Kalau seandainya Polri ditempatkan di bawah Departemen Dalam Negeri, maka akan sulit berkembang sebagaimana yang kita harapkan. Dengan berada langsung di bawah Presiden, Polri dapat lebih tegas, humanis, serta responsif terhadap dinamika masyarakat,” jelas Zulkarnain
Zulkarnain juga menilai, ketegasan yang diminta Presiden terhadap aparat penegak hukum telah dijalankan secara baik oleh Polri. Ia mengapresiasi penanganan aparat yang disebutnya lebih humanis, rendah hati, dan mampu menyenangkan banyak pihak. “Polri sudah menunjukkan sikap yang humanis, tetapi tetap tegas dalam melaksanakan tugas. Hal ini tentu menjadi teladan yang baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ungkapnya.
MUI Bengkulu, kata Zulkarnain, berharap agar ketegasan yang telah ditunjukkan Polri dapat terus dipertahankan, terutama dalam mengawal program-program pembangunan nasional dan daerah. “Kami sekali lagi mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Polri atas ketegasan yang ditunjukkan dalam melaksanakan perintah negara yang bersifat tegas, damai, dan terukur,” ucapnya.
Menurutnya, keberhasilan Polri dalam menangani situasi kemasyarakatan dengan pendekatan yang seimbang antara ketegasan dan kelembutan patut diapresiasi. Ia menilai, model penanganan seperti itu mampu menciptakan suasana yang kondusif sehingga pembangunan di Bengkulu dapat terus berjalan dengan lancar.
“Dengan cara-cara humanis, hambal, dan penuh rasa persaudaraan, Polri berhasil meredam potensi konflik yang ada. Ini merupakan wujud nyata dari transformasi Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya,” pungkasnya.
Zulkarnain menutup pernyataannya dengan doa agar Polri senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas negara. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada aparat Polri dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan bangsa Indonesia,” tutupnya.”(BR1)













