Kepahiang,Beritarafflesia.Com-Setelah menjanjikan APBD Perubahan sebagai salah satu opsi menuntaskan tunggakan gaji TKS RSUD Kepahiang yang sudah 5 bulan tidak dibayarkan, kini DPRD Kepahiang mulai menyarankan opsi lainnya.
Disinggung terkait sumber dananya Komisi I DPRD Kabupaten Kepahiang mengarahkan pihak managemen RSUD Kepahiang untuk menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dimiliki oleh RSUD Kepahiang.
“Kalau memang tidak bisa menggunakan APBD dan tidak menyalahi aturan, coba pakai BLUD untuk membayarkan tunggakan gaji ini,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kepahiang, Nanto Usni.
Terkait berapa dana kebutuhan untuk tunggakan gaji TKS RSUD Kepahiang selama 5 bulan ini, Nanto Usni menyebutkan bahwa estimasinya bisa mencapai Rp2 miliar.
Sehingga menurutnya, perlu dilakukan pembahasan yang matang sumber penghasilan mana saja yang bisa digunakan.
“Kebutuhan anggarannya itu mungkin sekitar Rp 2 Miliar,” lanjutnya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah Dirut RSUD Kepahiang, dr. Febby Nursanda mengatakan bahwa dana BLUD yang diterima oleh RSUD Kepahiang, memang 40 persen diantaranya digunakan untuk jasa dan pelayanan.
Namun menurutnya, dana BLUD tersebut sudah direalisasikan. Disinggung terkait kinerja ratusan TKS RSUD Kepahiang selama tidak menerima gaji ini, Febby mengungkapkan bahwa seluruhnya masih baik-baik saja.”Solusinya ya menunggu APBD Perubahan. Mereka minta penambahan insentif dari BLUD, namun untuk BLUD itu 40 persen sudah kita realisasikan untuk jasa dan pelayanan. Mereka sudah terima remunerasi tiap bulan, tanya saja. Namun ini beda, soal gaji. Kalau untuk kinerja, mereka semua masih baik-baik saja,” demikian Febby.(BR1)adv













