Revolusi Mental Untuk ASN Modal Dasar Birokrasi Bersih dan Akuntabel

Bengkulu, Pemprov331 Dilihat

Bengkulu, (Beritarafflesia.com)  Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan bahwa road map reformasi birokrasi merupakan salah satu program yang mendapat prioritas utama.

 

Revolusi mental yang dimaksud ujar Rohidin, untuk pelayanan publik bagi Apratur Sipil Negara (ASN) dalam konteks birokrasi.

 

“Revolusi mental dimaknai dengan adanya perubahan cara berpikir, berperilaku utama dalam birokrasi pemerintah,” ujar Rohidin pada arahannya di hadapan 120 orang ASN yang mengikuti acara Pengembangan ASN dalam Perspektif Revolusi Mental bertempat di Gedung Serba Guna Pemprov, 21/6/2021.

Baca Juga  Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Hadiri Sertijab Kepala Disperindag

 

Rohidin juga mengatakan, revolusi mental untuk pelayanan publik bagi ASN dinilai sangat penting. Karena pembangunan bangsa tidak akan maju kalau hanya sekedar mengandalkan institusional tanpa melakukan perombakan terhadap manusianya atau sifat mereka yang menjalankan sistem.

“Dimaklumi selama ini banyak permasalahan birokrasi yang dilatarbelakangi oleh perilaku negatif sebagian ASN yang mendorong terciptannya citra negatif terhadap birokrasi, sehingga dengan revolusi mental ini akan tercipta birokrasi yang bersih dan efisien serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” jelas wakil Bupati Bengkulu Selatan periode 2010-2015.

Baca Juga  Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemprov Bengkulu Perkuat Mitigasi Teknis dan Langit

 

Ada tiga nilai dasar yang perlu kita ketahui dan diimplementasikan. Nilai Integritas, dapat diartikan sebagai kesesuaian antara apa yang diperbuat, berkata jujur dapat dipercaya berpegang teguh kebenaran moral dan etika.

 

“Saya berharap ada perubahan mendasar revolusi mental bagi ASN, Saya tekankan betul muncul semangat kerja untuk beraktifitas. Kita tidak boleh putus asa. Saya yakin betul pelatihan seperti ini sangat bermanfaat,” harapnya.

Baca Juga  Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemprov Bengkulu Perkuat Mitigasi Teknis dan Langit

 

Kinerja birokrasi masih sangat lemah dan hampir tidak ada kreaktifitas. Para pegawai cuman menunggu perintah, perintah itupun belum tentu dijalankan ini yang menjadi persoalan.

 

“Karena kita sekarang betul-betul menyadari, bahwa kinerja birokrasi yang sangat lemah ini kita pacukan, tapi kita tidak boleh putus asa. Saya yakin betul pelatihan seperti ini sangat bermanfaat,” tutup Rohidin.

Share

Tinggalkan Balasan