Tradisi Adat Mbin Cupik Mai Bioa Kembali Digelar, Wujud Pelestarian Budaya Suku Rejang

Rejang Lebong497 Dilihat

 

Rejang Lebong, Beritarafflesia.com.-  Tradisi adat Mbin Cupik Mai Bioa kembali dilaksanakan sebagai wujud pelestarian nilai-nilai budaya luhur Suku Rejang. Ritual sakral yang bermakna “awal mula bayi turun ke air” ini digelar pada Selasa (7/1/2026), bertempat di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Curup Timur.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, seorang bayi dimandikan di aliran Sungai Musi sebagai bagian dari ritual adat yang sarat makna filosofis. Tradisi ini diselenggarakan oleh Sanggar Benuang Sakti bersama Silat Rejang Pat Petulai, sebagai bentuk komitmen menjaga dan merawat warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.

Baca Juga  Empat Anak Tak Bersekolah, Ayah Buruh Serabutan Bertahan Hidup: Potret Kemiskinan Nyata di Rejang Lebong

Ritual Mbin Cupik Mai Bioa kali ini diperuntukkan bagi Arvael Raksananda Nayaka, putra pertama dari pasangan Andreas Derangga Saputra dan Susmita Sari. Prosesi mandi di sungai dilakukan secara simbolis sebagai perkenalan awal sang bayi dengan alam semesta, sekaligus doa dan harapan agar kelak tumbuh sehat, kuat, berkarakter baik, serta tidak tercerabut dari akar budaya Rejang.

Ketua Umum Sanggar Benuang Sakti yang juga Ketua Umum Silat Rejang Pat Petulai, Aminudin, menyampaikan bahwa tradisi Mbin Cupik Mai Bioa memiliki nilai filosofis yang mendalam dan menjadi identitas masyarakat Rejang.

Tradisi ini mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam sejak dini. Air adalah sumber kehidupan, dan melalui ritual ini kita menitipkan doa agar anak tumbuh dengan kekuatan lahir dan batin serta tetap menjunjung tinggi adat istiadat Rejang,” ujar Aminudin.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

Pelestarian budaya bukan hanya tugas sanggar atau tokoh adat, tetapi tanggung jawab bersama. Jika adat kita jaga, maka jati diri orang Rejang akan tetap kokoh di tengah perubahan zaman,” tambahnya.

 

Baca Juga  Empat Anak Tak Bersekolah, Ayah Buruh Serabutan Bertahan Hidup: Potret Kemiskinan Nyata di Rejang Lebong

Sementara itu, Andreas Derangga Saputra, ayah dari Arvael Raksananda Nayaka, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya karena dapat melaksanakan prosesi adat tersebut untuk putra pertamanya.

Kami bersyukur dan bangga dapat melaksanakan tradisi ini untuk anak kami. Ini adalah doa dan harapan agar Arvael kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, serta mengenal dan mencintai budaya Rejang sejak dini,” tuturnya.

Pelaksanaan tradisi Mbin Cupik Mai Bioa ini mendapat perhatian masyarakat sekitar yang turut menyaksikan prosesi dengan penuh penghormatan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi contoh sekaligus pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Rejang sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. (Br) Wandra

Share