Kedurei Pancung Tebu Akhiri Rangkaian HUT Curup ke-144
Rejang Lebong,Beritarafflesia.Com– Kedurei Pancung Tebu mengakhiri rangkaian perayaan HUT Curup ke-144. Prosesi pancung tebu yang dilengkapi Tari Kejei ini digelar di panggung utama Festival Budaya dan Bazar UMKM pukul 20.00 WIB, Senin, (27/5/2024).
Pemancungan tebu di penei itu dilakukan Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM. Serta disaksikan unsur Forkopimda, Sekdakab, Yusran Fauzi, ST. dan para kepala OPD jajaran Pemkab. Ketua TP PKK, Hj. Hartini Syamsul Effendi, S.Sos, M.Si dan Ketua GOW, Ny. Indah Tri Wahyuni Hendra. Dengan sekali tebas, batang tebu langsung putus dihantam parang yang diayunkan bupati.
Prosesi adat kedurei pancung tebu atau menebas tebu ini dipimpin Ketua BMA Rejang Lebong, Ir. Ahmad Faizir dan para pemangku adat. Prosesi diawali dengan pembakaran dupa kemenyan. Serta dilanjutkan dengan pembacaan doa. Setelah itu digelar santap malam bersama. Usai santap malam Bupati langsung melakukan pemancungan tebu. Sebelumnya digelar Tari Kejei lengkap sambei.

Usai pemancungan tebu secara simbolis, Bupati menyerahkan piala kepada salah satu juara festival budaya HUT Curup. Bupati juga launching buku ‘’Semlosoa Pemanuo Iben Nak Kutei Jang’’ (mengikuti perjalanan sirih di masyarakat Rejang) yang ditulis Sujirman, S.Pd, M.Pd. Buku yang mengupas perjalanan sirih adat itu diserahkan Sujirman kepada Gubernur yang diwakili Kepala BPBD Prov Bengkulu, Dr. Herwan Antoni, Bupati, Ketua BMA, Kadis Dikbud, Drs. Noprianto, MM, Kepala Kantor Bahasa Prov Bengkulu, Dwi Laily Sukmati, S.Pd, M.Hum.
‘’Dengan berakhirnya prosesi Kedurei Pancung Tebu ini, maka, berakhir sudah rangkaian kegiatan Festival Budaya dan Bazar UMKM HUT Curup ke-144. Sebab, sebelumnya BMA juga telah melaksanakan Kedurei Sudut dan Kedurei Agung diawal rangkaian HUT,’’ tutur Ketua BMA, Ir. Ahmad Faizar.

Hal senada disampaikan Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM. ‘’Prosesi Pancung Tebu ini merupakan agenda penutup rangkaian HUT Kota Curup,’’ ujarnya.
Dikatakan, agenda Festival Budaya HUT Curup ini didominasi kegiatan yang mengangkat nilai-nilai adat, budaya dan kearifan lokal. Seperti lomba petata petitih, lomba tulis baca aksara Ka Ga Nga, lomba pidato dalam bahasa Rejang dan Lembak. Lomba mendongeng bahasa Rejang dan Lembak, lomba Tari Kejei, lomba nyanyi lagu Rejang dan Lembak. Lomba teater yang mengangkat idiom budaya lokal. Termasuk lomba mendesain batik Ka Ga Nga.
‘’Diharapkan, melalui aneka lomba yang berkaitan dengan keluhuran budaya kita ini dapat menjaga kelestarian budaya kita. Sebab, lomba-lomba ini melibatkan berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia. Event ini akan terus kita gelar,’’ demikian bupati.(BR1)












