Foto/ Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Bapendda Kota Saat tertibkan para jukir di lapangan.
Beritarafflesia.com– Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir dalam pelaksanaan Event Tabot tahun 2025 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2024 lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan parkir yang lebih tertib, partisipasi masyarakat yang meningkat, serta meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan berdampak positif terhadap kontribusi PAD Kota Bengkulu.
Dinas Pendapatan daerah ( Bapenda) Kota Bengkulu mencatat bahwa selama perhelatan Tabot 2025, PAD dari retribusi parkir tercapai Rp. 50.440.000, ( Lima Puluh juta, Empat ratus empat puluh ribu rupiah).
Sedangkan tahun 2024 lalau pendapatan parkir tabot bapenda kota Bengkulu hanya tercapai Rp. 27.530.000; ( Dua Puluh Tujuh Juta, Lima Ratus tiga puluh ribu rupiah)
Kendati demikian peningkatan PAD dari Retrebusi Parkir tabot 2025, Pemerintah kota Bengkulu berhasil mendongkrak PAD meningkat hingga 90 % (Persen) dibandingkan pada tahun 2024 yang hanya tercatat hanya 25 persen. Kenaikan ini disambut baik oleh Pemerintah Kota Bengkulu karena menunjukkan hasil dari upaya pembenahan sistem parkir yang terus dilakukan Penertiban terhadap juru parkir selama pelaksanaan tabot 2025.
Dari data yang berhasil di himpun awak media di lapangan, jumlah titik parkir yang di keluarkan Bapendda kota Bengkulu sebayak 87 titik, sesuai dengan jumlah SPT parkir yang diterbitkan, dan ada 6 titik lahan parkir yang tidak di keluarkan spt lantaran tidak menyetorkan PAD terlebih dahulu.
Peningkatan PAD ini tidak terlepas dari penataan lokasi parkir yang lebih strategis, penambahan titik parkir resmi, serta menggunakan sistem setor PAD langsung ke Bank Bengkulu sesuai dengan setoran yang di tetapkan pihak bapenda kota Bengkulu.
“Pada Tabot 2025 ini kami lebih ketat dalam mengawasi titik-titik parki Juru parkir juga setor PAD nayar langsung ke Bank Bengkulu dengan tujuan supaya transfaran., serta dilengkapi atribut resmi. Kami memastikan bahwa seluruh retribusi yang dibayarkan masyarakat masuk ke kas daerah, bukan ke oknum tertentu,” jelas salah satu pegawai Bependa Kota yang bertugas di lapangan selama event tabot 2025 saat di hubungi melalui telpon whatsaap pribadinya pada Selasa sore (8/7/2025).
Dari pantauan media di lapangan, penyelenggaraan sistem parkir tabot tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.,justru lebih efektif di badingkan sistem pengelolaan tahun 2024 silam . Hal ini terbukti para juru parkir di lapangan terlihat aman tanpa ada gejolak dan intimidasi dari pihak manapun.
Selain itu, pengelolaan sistem parkir selama tabot 2025 pihak badan pendapatan daerah ( (Bapendda) kota Bengkulu juga di Back up aparat kepolisian, Dishub kota,,dan Satpol PP kota Bengkulu untuk menetibkan para juru parkir yang nakal yang idak memiliki SPT alias Ilegal.
Tak hanya itu, para juru parkir tabot tahun ini di lengkapi dengan atribut, seperti kartu Id Card yang langsung ada barkot,guna untuk menghindari adanya duplikasi id card yang terjadi di lapangan,dan juga membatasi ada kebocotan PAD yang selama ini sering terjadi di lapangan.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengapresiasi kerja keras pihak bapendda kota Bengkulu yang telah maksimal melaksanakan pengelolaan parkir dengan baik, dan berhasil meningkatkan PAD pada pelaksaan tabot 2025 ini.
” Dari awal kita komitmen bersama pemerintah Provinsi Bengkulu menjadikan setiap event budaya tabot ini sebagai momentum peningkatan ekonomi daerah, serta Peningkatan PAD dari1 sektor parkir. Maka dengan adanya peningkatan PAD dari hasil penarikan restrebusi parkir Tabot 2025 yang di capai oleh Bapendda kota mencapai angka 90 persen kita sangat apresiasi dan juga mengucapkan terima kasih, terutama kepada pihak aparat kepolisian bersama Satpol PP, dan Dishub kota Bengkulu yang telah membantu Bapenda secara maksimal menertibkan para jukir ilegal selama pelaksanaan tabot 2025 ini” demikian Ucapnya” ( BR1)













