Tekankan Angka Perceraian, Walikota Dedy Wahyud Canangkan Program Sekolah Nikah

Kota Bengkulu654 Dilihat

Foto/ Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi

Bengkulu,,Beritarafflesia.com,– Di hadapan para ibu-ibu peserta kegiatan rabana, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi membeberkan sejumlah program terbaru yang saat ini tengah ia canangkan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Bengkulu. Salah satu program yang cukup menarik perhatian adalah “Sekolah Nikah”.

Program tersebut dirancang untuk membekali para calon pengantin dengan pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Dengan adanya bekal tersebut, diharapkan pasangan suami istri kelak dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Lebih jauh lagi, program ini juga bertujuan untuk menekan tingginya angka perceraian di Kota Bengkulu.

“Angka perceraian di kota ini masih tergolong tinggi, bu. Jadi kita akan buat sekolah pranikah. Setuju bu, setuju mak? Kalau tahu beras itu mahal, tentu kita paham bahwa menikah bukanlah perkara gampang. Kalau belum cukup umur jangan dulu dinikahkan,” ungkap Walikota saat menyampaikan sambutan pada kegiatan rabana, Kamis (4/9/2025).

Dedy menegaskan, melalui pemahaman yang diberikan dalam sekolah pranikah, pasangan muda akan lebih siap menghadapi dinamika rumah tangga. “Insya Allah dengan adanya pemahaman dari sekolah menikah, angka perceraian bisa turun. Ini menjadi ikhtiar kita bersama,” imbuhnya.Selain mempersiapkan generasi muda sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Walikota juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga serta mendidik anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Ia menegaskan agar orang tua tidak memaksakan anak-anak menikah di usia yang belum matang. Menurutnya, perkawinan anak justru sering berujung pada persoalan baru, baik secara sosial maupun psikologis.

Tidak hanya itu, Dedy juga mengumumkan adanya program lain yang menyasar pembinaan anak-anak yang terindikasi nakal atau bermasalah di lingkungan masyarakat. Ia mencontohkan, di beberapa daerah di Jawa Barat terdapat kebijakan membawa anak-anak nakal ke barak. Namun di Bengkulu, pendekatan yang dipilih berbeda.

“Kalau anak nakal di Jawa Barat dibawa ke barak. Tapi di Kota Bengkulu, kita masukkan ke masjid. Kita bina tiga hari. Dengan begitu, anak-anak ini akan lebih dekat dengan nilai-nilai agama,” tutur Dedy.

Menurutnya, pendidikan agama merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui pendidikan agama, anak-anak dapat belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, serta nilai empati dan toleransi. Selain itu, pendidikan spiritual diyakini mampu memberikan landasan yang kuat bagi anak-anak untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.

“Pendidikan agama akan membantu anak membedakan mana yang baik dan buruk, sekaligus membimbing mereka untuk berinteraksi positif dengan lingkungan sekitarnya. Itulah sebabnya kita tekankan pentingnya pembinaan anak berbasis nilai agama,” tambahnya.

Program sekolah nikah dan pembinaan anak berbasis masjid ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam membangun masyarakat yang berkarakter. Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung serta berperan aktif dalam menyukseskan berbagai kebijakan tersebut.

Walikota menutup sambutannya dengan pesan khusus bagi para ibu-ibu yang hadir. Ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak-anaknya, baik pendidikan formal maupun nonformal. “Kita semua tentu menginginkan anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri. Untuk itu, mari kita kawal bersama setiap tahap tumbuh kembang mereka,” pungkasnya.

Dengan adanya program yang berorientasi pada penguatan keluarga dan pembinaan generasi muda, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis dapat menekan angka perceraian sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan perilaku di kalangan anak-anak. Ke depan, keberhasilan program tersebut tentu membutuhkan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan warga kota.(BR1)

Share