Tumbuhkan Kesadaran Generasi Muda, 600 Siswa Ikuti SEB Program KHI

Kota Bengkulu431 Dilihat

Bengkulu, Beritarafflesia.com.- Aula SMA Negeri 8 Kota Bengkulu mendadak berubah menjadi ruang belajar yang penuh semangat. Bukan sekadar kelas biasa, melainkan sebuah panggung gerakan yang mengusung misi besar: menyelamatkan bumi dari dampak energi kotor.

Sekitar 600 siswa berkumpul mengikuti Sekolah Energi Bersih (SEB). Program yang digagas oleh Kanopi Hijau Indonesia (KHI) ini untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang bahaya energi fosil, khususnya batu bara.

Kegiatan ini lahir dari kenyataan pahit: setiap tahun 7 juta orang meninggal dini akibat polusi udara. Angka itu bukan sekadar statistik, tetapi alarm keras bahwa ketergantungan pada batu bara dan energi kotor lainnya telah merenggut banyak nyawa dan mempersempit ruang hidup manusia.

Selain korban kesehatan, krisis iklim kini hadir sebagai ancaman nyata. Suhu bumi terus meningkat, pola cuaca kian tidak menentu, banjir dan kekeringan datang silih berganti, sementara ekosistem hancur di berbagai belahan dunia. Semua itu tak lepas dari konsumsi energi fosil yang masif.

Generasi Muda Diberi Tongkat Estafet

Direktur Program KHI Suarli menegaskan betapa pentingnya mengedukasi generasi muda. Menurutnya, transisi energi bukan hanya urusan teknis pemerintah, melainkan soal kesadaran kolektif.

“Melalui Sekolah Energi Bersih ini, kami ingin anak-anak memahami urgensi transisi energi sekaligus tumbuh menjadi agen perubahan. Mereka harus berani menyuarakan dan menggerakkan aksi nyata di lingkungannya,” kata Suarli di sela-sela roadshow di SMA Negeri 8.

SEB dikemas dengan cara berbeda. Tidak melulu ceramah, melainkan melalui diskusi interaktif, permainan bertema lingkungan, hingga simulasi kampanye hemat energi. Dengan pendekatan ini, siswa tidak sekadar menjadi pendengar pasif, tetapi ikut merasakan betapa seriusnya ancaman energi kotor.

Bagi para siswa, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. Nauren Zakia Mukti, siswi kelas XI IPA¹, mengaku kegiatan ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun rasa kebersamaan.

“Sangat mengedukasi, tidak hanya tentang energi bersih. Ada juga game yang mengajarkan arti kerja sama untuk menjaga lingkungan. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, bukan hanya di sekolah kami, tapi juga menyentuh masyarakat luas,” ucapnya.

Selain belajar, para siswa tergerak melakukan aksi nyata. Mereka berdonasi untuk kampanye lingkungan dan membuat poster-poster ajakan transisi energi. Gerakan kecil ini menjadi tanda bahwa kepedulian bisa dimulai dari ruang kelas.

Pihak sekolah pun menyambut baik inisiatif KHI. Elvina Faisal, M.Pd., Wakil Kepala SMA Negeri 8, menilai kegiatan ini sejalan dengan visi pendidikan yang menekankan pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan.

“Harapan kami tentu program ini berlanjut. Tidak hanya di SMA 8, tetapi juga di sekolah lain. ”Tutupnya. 

Share